THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 19 Juni 2009

Kata Kata mereka sebelum di hukum mati

“Baiklah saudara-saudara sebentar lagi kalian akan melihat apel matang.”
(Eksekusi dgn kursi listrik di New York)
~~ George Appel, meninggal thn 1928


“Kalian akan menyakitiku, tolong jangan sakiti aku, sebentar saja, aku mohon !”
(Esekusi dgn pisau Guillotine)
~~ Madame du Barry, selir dari Raja Louis XV, meninggal thn 1793

“Maju selangkah lagi bung ! Itu akan menjadi lebih gampang.”
(Eksekusi dgn ditembak mati)
~~ Erskine Childers, Pejuang Irlandia, meninggal 24 November 1922

“Terimakasih atas perubahan hidupku yang telah kamu berikan,
cinta dan hubungan erat keluargaku dan anakku yang cantik. Terimakasih…”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas)
~~ John Cockrum, meninggal 30 September 1997

“Kalian semua bangsat! Kuberikan cintaku ke ibu.”
(Dieksekusi di kursi listrik.)
~~ Francis "Two Gun" Crowley, meninggal thn 1931

“Mereka menjagalku dibelakang sana, aku kesakitan sekali.
Mereka menyayatku di tenggorokan, menyayat kakiku sampai berdarah-darah.
Ini bukan eksekusi, ini pembunuhan!”
(Eksekusi dgn suntik mati, Florida)
~~ Bennie Demps, meninggal 8 Juni 2000

( Perlu waktu 33 menit bagi si algojo untuk menemukan urat nadi yang cocok
untuk eksekusi. Sebenarnya si algojo sdh menemukan satu nadi tapi aturan di
negara bagian Florida mengharuskan untuk menggunakan paling tidak 2 urat
nadi untuk menyuntikkan zat racun, jadi mereka terus berusaha menemukan
nadi yang lain dengan mencoba menyuntik disana-sini, usaha tersebut
akhirnya gagal )

“Aku akan pulang kerumah, sayang.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Delaware)
~~ James Allen Red Dog, meninggal 3 Maret 1993

“Ingat, hukuman mati adalah pembunuhan”.
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Robert Drew, meninggal 2 Agustus 1994

“Hidup untuk anarki ! Ini saat paling membahagiakan dalam hidupku.”
(Kata-kata terakhir di tiang gantungan)
~~ George Engel (salah satu dari 4 terpidana mati pemboman
sebuah hypermarket di Chicago thn 1886)

“I love you.“
(Dikatakan ke sang algojo.)
Eksekusi dgn suntik mati, New York.
~~ Sean Flannagan, meninggal 23 Juni 1989

“Apa in akan jadi headline di koran besok ? French Fries.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Oklahoma.)
~~ James French, meninggal 1966

“Aku ingin mengucapakan terimakasih pada keluargaku yg telah
mencintai dan merawatku. Dan orang lain diseluruh dunia
boleh mencium bokongku.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Johnny Frank Garrett, Sr., meninggal 11 Februari 1992

”Let's do it!”
(Eksekusi dgn tembak mati, Utah.)
~~ Gary Gilmore, meninggal 17 Januari 1977

“Aku lebih baik memancing saja.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Louisiana.)
~~ Jimmy Glass, meninggal 12 Juni 1987

“Orang baik selalu sangat yakin kalau mereka itu benar.”
(Dieksekusi di San Quentin.)
~~ Barbara Graham, meninggal 3 Juni 1955

“Aku gk dapet Spaghetti-O's (salah satu jenis spaghetti yg populer)
tapi Cuma spaghetti biasa. Aku ingin wartawan tahu soal ini.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Oklahoma.)
~~ Thomas J. Grasso, meninggal 20 Maret 1995

“Lock and load. Ayo lakukan saja.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ G. W. Green, meninggal 12 November 1991

“You can be a king or a street sweeper, but everyone
dances with the Grim Reaper.”
(Dieksekusi di kamar gas, California.)
~~ Robert Alton Harris, meninggal 21 April 1992

“Adalah kewajiban bagi setiap perwira yg baik untuk mematuhi
segala perintah dari komandannya.”
(Ditembak mati oleh Inggris karena dianggap mata-mata)
~~ Nathan Hale, pahlawan Amerika, meninggal thn 1776

“Aku tidak bersalah, tidak bersalah, tidak bersalah.
Ini semua kesalahan.
Aku tidak berhutang apapun ke masyarakat.
Aku orang yang tdk bersalah dan ada yg salah dengan
semua yang terjadi malam ini.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Lionel Herrera meninggal 12 Mei 1993

“Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah pembawa
wahyu Allah.”
(Eksekusi dgn digantung di Camp Justice di Khadimiya)
~~ Saddam Hussein meninggal 30 Desember 2006

“Jangan ada dendam. Ini perbuatanku. Maaf terjadi semua ini.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Indiana.)
~~ Steven Judy, meninggal 9 Maret 1981

“Aku mencintaimu, Ma.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Texas.)
~~ Clarence Lackey, meninggal 20 Mei 1997

“I die innocent of all the crimes laid to my charge;
I Pardon those who have occasioned my death;
and I pray to God that the blood you are going to shed may
never be visited on France.”
(Eksekusi dgn guillotine)
~~ Louis XVI of France, meninggal 21 Januari 1793

“Melinée sayangku, cintaku.
Dalam beberapa jam aku tidak akan berada di dunia ini.
Kita akan melakukan eksekusi hari ini jam 3.
Kejadian ini bagaikan kecelakaan dalam hidupku, aku tidak percaya tapi
meskipun begitu aku tahu aku tidak akan pernah
bertemu denganmu lagi.”
(Eksekusi dengan regu tembak.)
~~ Missak Manouchian, meninggal 21 Februari 1944
(pemimpin dari pergerakan komunis Paris, the Francs
Tireurs et Partisans - Main - d'oeuvre immigrée (FTP-MOI))


“Selamat jalan anak-anakku, aku pergi ke ayah kalian.”

“Tuan, maaf…”
Diucapkan ke sang algojo setelah tidak sengaja menginjak kakinya
(Eksekusi dgn guillotine.)
~~ Marie Antoinette, Queen of France, meninggal 16 Oktober 1793

“Hari ini hari yg bagus untuk mati. Aku memaafkan kalian semua.
Semoga Tuhan juga.”
(Eksekusi dgn suntik mati, Virginia.)
~~ Mario Benjamin Murphy, meninggal 17 September 1997

“Tembak aku di dada !”
(Diucapkan ke sang algojo.)
~~Benito Mussolini, Diktator Italia, meninggal 1945

“Tembak dengan tepat bangsat dan jangan mengacaukannya !”
(Eksekusi dgn regu penembak.)
~~ Harry Harbord "Breaker" Morant, Australian poet & national hero,
meninggal thn 1902.

“Ayo cepaat bangsat ! Aku bisa menggantung selusin orang saat kalian
masih saja ribut kesana kemari.”
(Eksekusi dgn digantung di Leavenworth, Kansas.)
~~ Carl Panzram, meninggal 5 September 1930

“Jadi hati selalu benar, tidak masalah dimanapun kepala ini berada.”
(Eksekusi dgn dipenggal.)
~~ Sir Walter Raleigh, meninggal 29 Oktober 1618

“Well, Tuhan akan mendapatkan satu lagi.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Georgia.)
~~ John Eldon Smith, meninggal 15 Desember 1983
Diposkan oleh Pandu Ezwe di 13:08

"Shoot, coward you are only going to kill a man"
(Di Eksekusi dengan Regu tembak)
~~Che Guevara

"Freedom...."
(Eksekusi dengan di hukum pancung)
~~William Wallace, meninggal dithn 1305



-=SeKiaN=-

10 orang termisterius didunia

1. Green Children of Woolpit

Green Children of Woolpit (2 anak hijau dari Woolpit) adalah dua orang anak yang secara misterius muncul di desa Woolpit di Suffolk, Inggris pada abad ke-12. Kedua anak tersebut bersaudara, dan mempunyai kulit yang berwarna hijau (Hulk Huh?). Selain kulitnya yang hijau, kedua anak tersebut mempunyai penampilan yang normal seperti manusia kebanyakan. Mereka berbicara dalam bahasa aneh yang tidak dikenali dan tidak mau makan apapun kecuali kacang polong.

Setelah lama kelamaan, kulit kedua anak tersebut kehilangan warna hijaunya dan menjadi warna normal seperti warna kulit manusia pada umumnya. Setelah mempelajari Bahasa Inggris, keduanya menjelaskan bahwa mereka berasal dari suatu desa bernama �St. Martin� yang merupakan tempat yang gelap karena matahari tidak bersinar di sana. Ketika sedang menggembala ternak milik ayah mereka, mereka menemukan sebuah sungai dari cahaya dan mengikutinya, sampai tiba-tiba mereka telah berada di Woolpit. Beberapa teori menyatakan bahwa kedua anak tersebut adalah anak dari dimensi lain, atau alien dari luar angkasa.

2. Gil Perez
Gil Perez adalah seorang tentara Spanyol yang secara tiba-tiba muncul di Meksiko pada 26 Oktober 1593. Ia mengenakan seragam penjaga Istana Del Gobernador di Filipina. Ia mengklaim bahwa ia sama sekali tidak mengetahui bagaimana caranya tiba-tiba dia berada di Meksiko (hmm� mungkin dia adalah Jumper yang pertama di dunia =P ). Ia mengatakan, sebelum tiba-tiba berada di Meksiko, ia sedang bertugas di Istana Del Gobernador dan mengatakan bahwa Gubernur Filipina saat itu, Don G�mez P�rez Dasmari�as baru saja dibunuh.

Dua bulan kemudian, sebuah kapal datang dari Filipina ke Meksiko membawa beberapa penumpang. Para penumpang tersebut membenarkan Cerita dari Gil Perez bahwa Gubernur Filipina memang baru saja terbunuh. Bahkan salah seorang penumpang. Salah seorang penumpang kapal bahkan menyatakan bahwa Ia mengenali Perez dan melihatnya di Filipina pada 23 Oktober (O_o). Setelah itu, Perez kemudian kembali ke Filipina dan melanjutkan hidupnya di sana sampai akhir hayatnya.

3. Man In The Iron Mask
Man In The Iron Mask (Meninggal November 1973) adalah tahanan yang dikurung di sejumlah penjara di Perancis (termasuk penjara legendaris, Bastille) pada masa pemerintahan Raja Louis XIV. Identitas pria ini tidak pernah diketahui karena tidak ada yang pernah melihat wajahnya yang disembunyikan dalam sebuah topeng kulit berwarna coklat. Sekarang kita tahu, bahwa sejak jaman dahulu, orang suka membesar-besarkan cerita karena pada kisah-kisah yang beredar, diceritakan bahwa topeng tersebut terbuat dari baja yang menjadi awal nama julukan yang diberikan kepadanya.

Menurut surat yang diberikan kepada kepala Penjara di Pignerol (B�nigne Dauvergne de Saint-Mars) tempat pertama pria tersebut dipenjarakan, nama pria tersebut adalah Eustache Dauger. Dalam surat itu juga diinstruksikan agar disiapkan sebuah sel yang dilapisi dengan beberapa pintu (untuk mencegah orang dari luar mendengar suara dari dalam sel). Selain itu, juga dikatakan bahwa bila pria tersebut berbicara kepada orang lain selain untuk hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan pribadinya (contoh: �sipir.. saya mau be�ol..!!� =P ), dia akan dibunuh seketika. Hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa identitas sebenarnya dari pria ini tapi ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa Ia adalah saudara dari Louis XIV, Putra dari Raja Charles II, Diplomat dari Italia, dan lain-lain.

4. Count of St. Germain
Count of St. Germain, yang diduga meninggal dunia pada 27 Februari 1784 adalah seorang bangsawan, petualang, peneliti amatir, pemain biola, komposer, dan seorang yang misterius. Dia juga menunjukkan beberapa keahlian yang berhubungan dengan ilmu kimia. Mitos, legenda dan spekulasi tentang St. Germain terus berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dan berlanjut hingga saat ini. Di antaranya terdapat kepercayaan bahwa St. Germain adalah seorang yang immortal (hidup abadi), seorang ahli kimia yang mempunyai �Elixir of Life� (Cairan Keabadian), dan telah meramalkan terjadinya Revolusi Perancis.

5. D. B. Cooper
D.B. Cooper alias Dan Cooper adalah nama samaran yang digunakan oleh seorang pembajak pesawat terkenal dan misterius yang pada 24 November 1971, setelah menerima uang tebusan sebesar $200,000, terjun dari bagian belakang pesawat Boeing 727 yang dibajaknya. Pada aksi pembajakannya, Cooper membawa sebuah tas berisi bom dan mengancam akan meledakkannya, bila ia tidak diberikan uang sejumlah $200,000 dan 2 set parasut.

Cooper tidak terlihat sejak saat itu dan tidak diketahui apakah dia berhasil selamat dari penerjunannya. Pada tahun 1980, seorang anak kecil berumur 8 tahun menemukan uang sebanyak $5,800 dollar dalam pecahan $20 di tepi sungai Columbia di Amerika Serikat. Kode seri uang yang ditemukan tersebut sama dengan uang yang diberikan pada Cooper sebagai uang tebusannya.

Pelarian Cooper dari bagian belakang pesawat dengan menggunakan parasut, menyebabkan airport-airport mulai menggunakan metal detector untuk mencegah hal yang sama terulang kembali.

6. Fulcanelli

Fulcanelli adalah nama samaran ahli kimia dari Perancis di akhir abad 19 yang identitasnya masih belum diketahui. Banyak misteri yang menyelubungi dirinya, namun salah satu rumor yang paling terkenal adalah cerita yang menyatakan bagaimana murid kesayangannya (Eugene Canseliet) berhasil mengubah 100 gram timah menjadi emas dengan menggunakan sedikit bubuk yang diberikan kepadanya oleh Fulcanelli.

Dipercaya bahwa pada masa Perang Dunia II intelijen Jerman gencar melakukan pencarian untuk menemukan Fulcanelli karena pengetahuannya dalam bidang senjata nuklir. Fulcanelli pernah menemui seorang pakar atom dari Perancis dan memberikan informasi detail yang berhubungan dengan teknologi nuklir dan mengklaim bahwa senjata atom telah digunakan oleh manusia sejak bertahun-tahun yang lampau.

Menurut Canseliet (murid Fulcanelli), pertemuan terakhirnya dengan Fulcanelli adalah pada tahun 1953 di Spanyol. Pada saat pertemuan itu, Fulcanelli yang seharusnya berumur 80 tahun bertumbuh lebih muda, dan tampak seperti pria berumur 50 tahun (O_o). Pertemuan itu sendiri cukup singkat, lalu Fulcanelli kembali menghilang dari publik untuk selamanya.


7. Kaspar Hauser
Pada 26 Mei 1828, seorang remaja terlihat di jalan di Nuremberg, Jerman. Ia membawa sebuah surat yang ditujukan bagi Kapten Resimen Kavalry ke-6 Jerman. Penulis surat misterius yang dibawa oleh Hauser menyatakan bahwa anak tersebut diberikan kepadanya untuk ditahan sejak ia masih bayi, pada 7 Oktober 1812, dan sejak saat itu anak tersebut dikurung di rumah pria tersebut. Hauser mengklaim bahwa sejak ia dapat mengingat sesuatu, ia telah dikurung sendirian di dalam ruangan gelap berukuran 2�1x1.5 meter dengan ranjang dari jerami sebagai tempat tidur dan kuda-kudaan kayu yang diukir dengan tangan sebagai mainannya. Hauser juga mengklaim bahwa orang pertama yang berinteraksi dengannya adalah pria misterius yang mengunjunginya beberapa saat sebelum ia dibebaskan, yang selalu berhati-hati agar wajahnya tidak terlihat oleh Hauser.

Menurut rumor, Hauser adalah Pangeran dari Baden yang dilahirkan pada 29 September 1812 dan meninggal sebulan kemudian. Dirumorkan bahwa Pangeran tersebut ditukar dengan bayi sekarat, sedangkan pangeran yang Asli adalah Hauser yang muncul 16 tahun kemudian di Nuremberg. Pada tahun 2002, University of Munster melakukan analisa DNA yang membandingkan DNA Hauser dan Stephanie de Beauharnais yang dirumorkan sebagai Ibu dari Hauser (Ratu dari Baden). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuens DNA tidak identik tapi deviasi yang ditunjukkan tidak terlalu jauh sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa keduanya sama sekali tidak mempunyai hubungan darah.


8. Babushka Lady
Babushka Lady adalah nama julukan yang diberikan kepada sosok wanita misterius yang terlihat ketika terjadinya pembunuhan presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy. Wanita tersebut terlihat memakai jas panjang berwarna coklat, dan scarf di kepala, seperti yang biasa dipakai oleh para wanita lanjut usia di Russia. Scarf tersebutlah yang menjadi awal julukan babushka yang dilekatkan kepadanya (babushka merupakan bahasa Russia untuk nenek atau wanita lanjut usia). Wanita tersebut terlihat memegang sesuatu di depan wajahnya, yang diyakini merupakan kamera. Dia terlihat di beberapa foto yang mengabadikan lokasi kejadian pembunuhan tersebut. Bahkan setelah keramaian telah berakhir, ia masih terlihat di sana dan memotret dengan kameranya. Beberapa saat kemudian, FBI meminta melalui pengumuman publik agar Babushka Lady menyerahkan hasil jepretan kameranya (mungkin untuk keperluan penyelidikan), namun ia tidak pernah muncul lagi ke depan umum.

Pada tahun 1970, seorang wanita bernama Beverly Oliver, mengaku sebagai Babushka Lady. Namun karena ceritanya mengandung banyak kejanggalan dan inkonsistensi, ia dipercaya sebagai sosok palsu yang ingin numpang tenar =P Hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa sosok Babushka Lady yang sebenarnya, apa yang ia lakukan di tempat kejadian pembunuhan dan alasan ia tidak mau menyerahkan hasil jepretan kameranya.


9.The Poe Toaster

The Poe Toaster (Orang yang bersulang dengan Poe) adalah julukan yang diberikan kepada sosok misterius yang memberikan penghormatan kepada penulis ternama dari Amerika, Edgar Allan Poe dengan cara mengunjungi makamnya, setiap tahun, di hari ultah Poe (19 Januari). Tradisi penghormatan tersebut dimulai sejak tahun 1949, satu abad setelah kematian Edgar Allan Poe (1849).

Setiap pagi di tanggal 19 Januari, sesosok dengan pakaian awut-awutan berwarna gelap mengunjungi makam Poe di Baltimore, Maryland. Sosok tersebut lalu mengangkat segelas cognac untuk melakukan toast (bersulang). Sebelum meninggalkan makam, ia meletakkan 3 tangkai mawar merah, dan botol cognac yang tinggal terisi separuhnya di makam poe. 3 tangkai mawar dipercaya merupakan perlambang penghormatan untuk Poe, Virginia (Istri Poe) dan Maria Clemm (Mertua Poe) yang dikuburkan dalam makam yang sama. Sedangkan maksud dari setengah botol cognac sendiri masih tidak diketahui. Tradisi yang dilakukan oleh Poe Toaster ini masih dilanjutkan sampai sekarang, namun dipercaya bahwa sudah tidak dilakukan oleh orang yang sama (mungkin diwariskan kepada keturunan Poe Toaster yang asli).


10. Monsieur Chouchani
Monsieur Chouchani (meninggal pada tahun 1968) adalah nickname atau nama julukan yang diberikan pada sosok pengajar Yahudi yang mengajar beberapa siswa di Eropa setelah Perang Dunia ke-2. Kebanyakan siswanya kemudian berhasil menjadi tokoh ternama, diantaranya adalah Emanuel Levinas (Filsuf dari Perancis, foto seperti terlihat di samping), dan Elie Wiesel (Penulis Yahudi, Peraih nobel perdamaian pada tahun 1986). Sangat sedikit yang diketahui tentang Chouchani, termasuk siapakah nama sebenarnya juga masih misterius.

Tidak ada hasil karya fisik (seperti tulisan, publikasi, buku, dll) dari Chouchani, tapi ia meninggalkan warisan intelektual yang sangat luar biasa melalui murid-muridnya. Chouchani merupakan sosok nyentrik, berpenampilan seperti gelandangan, namun memiliki pengetahuan yang sangat luas di antaranya di bidang science, matematika, filosofi dan khususnya Talmud. Pada umumnya, detail mengenai kehidupan Chouchani didapatkan melalui tulisan dan hasil wawancara dengan murid-muridnya.


Junko Furuta.. True Story...

The crime:
In November of 1988, Boy A (then 18), Boy B (Jo Kamisaku, then 17; Kamisaku was a new family name he took after being released from prison [1]), Boy C (then 16) and Boy D (then 17) from Tokyo abducted and held Furuta, a second year high school (grade 11) student from Saitama Prefecture in Misato, for 44 days. They kept her captive in the house owned by the parents of Boy C.

To forestall a manhunt, Boy A coerced Furuta into calling her own parents and telling them that she had run away from home, but was with "a friend" and was not in danger. He also browbeat her into posing as one of the boys' girlfriends when the parents of the house where she was held were around, but when it became clear that the parents would not call the police, he dropped this pretext. Furuta tried to escape several times, begging the parents more than once to help her, but they did nothing, apparently out of fear that Boy A would hurt them. Boy A was at the time a low-level yakuza leader and had bragged that he could use his connections to kill anyone who interfered.

According to their statements at their trial, the four of them raped her, beat her, introduced foreign objects including an iron rod into her vagina, made her drink her own urine and was fed cockroaches, inserted fireworks into her anus, and set them off, forced Furuta to masturbate, cut her nipple with pliers, dropped dumbbells onto her stomach, and burned her with cigarettes and lighters. (One of the burnings was punishment for attempting to call the police.) At one point her injuries were so severe that according to one of the boys it took more than an hour for her to crawl downstairs to use the bathroom. They also related that "possibly a hundred different people" knew that Furuta had been imprisoned there, but it is not clear if this means they visited the house at different times while she was imprisoned there, or themselves either raped or abused her. When the boys refused to let her leave, she begged them on several occasions to "kill (her) and get it over with".

On January 4, 1989, using one of the boys' loss at mah-jongg as a pretext, the four beat her with an iron barbell, poured lighter fluid on her legs, arms, face and stomach, and set her on fire. She died later that day of shock. The four boys claimed that they were not aware of how badly injured she was, and that they believed she had been malingering.

The killers hid her corpse in an 55-gallon drum filled with cement; the perpetrators disposed the drum in a tract of reclaimed land in Koto, Tokyo.

Arrest and punishment

The boys were arrested and tried as adults; but, because of Japanese handling of crimes committed by juveniles, their identities were sealed by the court. However, a weekly magazine Shukan Bunshun reported their real names, claiming "Human rights aren't needed for brutes."[2] Furuta's real name and details about her personal life were reported exhaustively in the media. Kamisaku was judged as a sub leader, at least according to the official trial.

The four boys pled guilty to a reduced charge of "committing bodily injury that resulted in death", rather than murder. Boy A's parents sold their house for approximately 50 million yen and paid this as compensation to Furuta's family.[citation needed]

For his participation in the crime, Kamisaku served eight years in a juvenile prison before he was released, in August 1999. In July 2004, he was arrested for assaulting an acquaintance, whom he believed to be luring a girlfriend away from him, and allegedly bragged about his earlier infamy. [1] Kamisaku was sentenced to seven years in prison for the beating.

Junko's parents were dismayed by the sentences received by their daughter's killers, and enjoined a civil suit against the parents of the boy in whose home the crimes were committed. When some of the convictions were overturned on the basis of problematic physical evidence (the semen and pubic hair recovered from the body did not match those of the boys who were arrested), the lawyer handling the civil suit decided there was no case to be made and refused to represent them further. (There is speculation that the evidence may have been contaminated—for example, by unidentified persons who raped Furuta.

One of the most disturbing parts of this true story is that her killers are now free. After putting Junko Furuta through all that suffering, they are free men.

-

"A high-school girl was abducted by four teenaged hooligans while she was on her way to work. They took her to the house of a friend, held her in his bedroom, and for the next forty-five days enacted every imaginable form of abuse on her (and some you wouldn’t want to imagine). They gang-raped her—both with their own bodies and with an assortment of foreign objects—beat her, kicked her, doused her extremities with lighter fluid and set her on fire, and probably did many other things to her that went undocumented by either her tormentors or the police. They mocked her pain. They held her down and dropped barbells on her stomach. This last bit of torture was more than she could withstand, and after going into convulsions she apparently either strangled on her own vomit or simply died from her beatings. When the boys were questioned later about why they didn’t do anything during her seizure, they replied, “We assumed she was faking it.”
"She tried to escape, more than once. The first time, she was caught in the process of making a phone call. The second time, she ran into the parents of the boy who lived there; apparently they had known all along what was gong on. She begged them to help her, but they refused; his friend had criminal connections, and they didn’t want to get into trouble, too. After her death, they taped her arms and legs together, threw her into a 55-gallon drum, filled it with cement, and dumped it in an empty lot. The body wasn’t recovered until almost a year later. The ringleader of the whole incident served eight years in prison and is now a free man."


-What they did to her and the suffering-

These horrifying things done to Junko Furuta had been collected through the Japanese court trial of the case, and blogs from 1989. They show the pain that Junko Furuta had to endure before she was finally dead. All this had happened to her while she was still alive. They are disturbing, but the truth.

All of this had happened.

-

DAY 1: November 22, 1988: Kidnapped
Kept captive in house, and posed as one of boy's girlfriend
Raped (over 400 times in total)
Forced to call her parents and tell them she had run away
Starved and malnutritioned
Fed cockroaches to eat and urine to drink
Forced to masturbate
Forced to strip in front of others
Burned with cigarette lighters
Foreign objects inserted into her vagina/anus

DAY 11: December 1, 1988: Severely beat up countless times
Face held against concrete ground and jumped on
Hands tied to ceiling and body used as a punching bag
Nose filled with so much blood that she can only breath through her mouth
Dumbbells dropped onto her stomach
Vomited when tried to drink water (her stomach couldn't accept it)
Tried to escape and punished by cigarette burning on arms
Flammable liquid poured on her feet and legs, then lit on fire
Bottle inserted into her anus, causing injury

DAY 20: December10, 1989: Unable to walk properly due to severe leg burns
Beat with bamboo sticks
Fireworks inserted into anus and lit
Hands smashed by weights and fingernails kracked
Beaten with golf club
Cigarettes inserted into vagina
Beaten with iron rods repeatedly
Winter; forced outside to sleep in balcony
Skewers of grilled chicken inserted into her vagina and anus, causing bleeding

DAY 30: Hot wax dripped onto face
Eyelids burned by cigarette lighter
Stabbed with sewing needles in chest area
Left nipple cut and destroyed with pliers
Hot light bulb inserted into her vagina
Heavy bleeding from vagina due to scissors insertion
Unable to urinate properly
Injuries were so severe that it took over an hour for her to crawl downstairs and use the bathroom
Eardrums severely damaged
Extreme reduced brain size

DAY 40: Begged her torturers to "kill her and get it over with"

January 1, 1989: Junko greets the New Years Day alone
Body mutilated
Unable to move from the ground

DAY 44: January 4, 1989: The four boys beat her mutilated body with an iron barbell, using a loss at the game of Mah-jongg as a pretext. She is profusely bleeding from her mouth and nose. They put a candle's flame to her face and eyes.

Then, lighter fluid was poured onto her legs, arms, face and stomach, and then lit on fire. This final torture lasted for a time of two hours.

Junko Furuta died later that day, in pain and alone. Nothing could compare 44 days of suffering she had to go through.

When her mother heard the news and details of what had happened to her daughter, she fainted. She had to undergo a psychiatric outpatient treatment . Imagine her endless pain.

This story from 1989 is true. Please spread her story around. Everyone should know about the existence of Junko Furuta's unimaginable and incomprehensible suffering, and this is why this group has been made.

Rest In Eternal Peace,
Junko Furuta
1989-Eternity

[IMG][/IMG]


Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan ???




april Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari ini, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara, lelucon hanya boleh dilakukan sebelum siang hari


Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara SALIP trs mengejar

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).



sedangkan...........

Tragis april mop

Ternyata lelucon April Mop juga memiliki Efek samping yang cukup tragis lohh. Karena Liputan berita di media massa yang terbit pada tanggal 1 April sering dianggap sebagai rutinitas lelucon bagi orang-orang yang memperingatinya,mereka lebih meragukan kebenaran berita tersebut.


Pada 1 April 1946, tsunami gempa Pulau Aleutian membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska karean banyaknya orang yang mati karena tidka percaya liputan berita akan datanyanya tsunami tersebut. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan Tsunami April Mop”, karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.

Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April.



fotographi yang mendapatkan penghargaan dunia

Nguyen Ngoc Loan kepala polisi Vietnam Selatan mengeksekusi mati seorang pemuda yg diduga sebagai Vietcong. Gambar ini memenangkan hadiah pulitzer.:


Spoiler for Gambar terkenal lainnya yg diambil 1930. 2 orang pemuda afro american yg dituduh memperkosa wanita kulit putih dan membunuh pacarnya, diambil secara paksa oleh gerombolan massa kulit putih yg marah. Mereka lalu digantung.:


Spoiler for Little Rock ’s Central High adalah saksi dari peristiwa ini. untuk pertama kalinya seorang pemudi afro american mengikuti SMU yg selama ini hanya menerima siswa kulit putih. Hari pertamanya di sekolah diwarnai intimidasi dan ejekan. dia hanya bertahan sekolah selama 4 hari. :


Spoiler for “The Tank Man“, gambar seorang mahasiswa yang berdiri membisu di depan tank-tank pemerintah RRC yang akan menumpas demonstrasi mahasiswa di lapangan Tia Nanmen.:


Spoiler for Thích Qu?ng Ð?c, seorang pendeta Buddha dari Vietnam membakar dirinya sendiri hingga tewas dalam rangka protes kepada pemerintah. Semua yang hadir dan menyaksikan aksi ini terheran-heran karena si pendeta selama aksi membakar dirinya tidak tampak kesakitan dan menjerit2. Ia tetap duduk diam dalam Lotus Pose hingga menjadi abu.:


Spoiler for Tragedi untuk mengakhiri tragedi. Bom atom yg dijatuhkan Allied Force di Nagasaki untuk mengakhiri WWII:


Spoiler for Albert Einstein si jenius abad 20 termasuk sosok yg jenaka. Foto ini adalah buktinya.:


Spoiler for US Marine menancapkan bendera Amerika di Iwo Jima. ini foto amat terkenal.:


Spoiler for 1932. Pekerja konstruksi di New York makan siang bersama di ketinggian GE Building at Rockefeller Center.:


Spoiler for Tragedi terkenal lainnya dari perang Vietnam. “The Napalm Girl”. Kim Phúc (lahir 1963) pada umurnya yg ke-9 terkena serangan bom Napalm dari pasukan Amerika. Ia berlari telanjang sambil menangis.:


Spoiler for Sudan – 1993. Gambar yg sangat mengerikan ini memenangkan hadiah Pulitzer. Seekor burung pemakan bangkai menunggu dengan sabar seorang bayi yg berjuang untuk bertahan hidup. Fotografernya bunuh diri tidak lama setelah menerima hadiah tsb (1994).:


Spoiler for “The Falling Man” diambil dari tragedi 9/11. :


Spoiler for Kamp konsentrasi di Buchenwald .:


Spoiler for “Earthrise” :

Tragic photos of natural disasters on the World 2008/2009..


The Chaiten volcano eruption in Chile during a storm in the middle of the night on May 3.


Aerial photograph of the column of ash expelled by the volcano Chaiten in Chile, May 31.


A soldier near the Rio Blanco looking at the cloud of ash on June 25 Chaiten in Chile.


A mother cries as Chinese soldiers carry the body of his son buried when a school collapsed as a result of a 7.8 magnitude earthquake in Dujiangyan, Sichuan Province, May 13.


Photographs of the May 17 showing the devastation caused by the earthquake in Beichuan, in Sichuan


Car completely crushed under a huge rock in Beichuan in Sichuan Province, May 16.


An elderly woman mourns the loss of her grandson who died under the foundations of a primary school because of the earthquake in Yingxiu, Sichuan Province, May 16


A man catching a cushion of an apartment destroyed by the earthquake in Yingxiu, Sichuan Province in China on May 27.


Help by parachute was launched in May 24 on the area affected by the earthquake in Sichuan.


Chinese paramilitary soldiers trasporting a giant panda from the conservation center that was located 30 kilometers from the epicenter of magnitude 7.8, on May 23.


Image of Hurricane Ike taken by the crew of the International Space Station 354 kilometers above the Earth on September 10


A house fire on the Galveston island in Texas, as Hurricane Ike approaches


A fish locked on a metal fence in Texas after being absorbed and released into the air by Hurricane Ike on September 15 in West Orange.


A young lion rests near the altar of the First Baptist Church in Crystal City, Texas, the image was captured on September. The animal was part of the zoo and was locked in the church by its owner before the arrival of the hurricane


People seeking refuge after water flooding in eastern Nepal on August 24. More than two million people were affected by flooding.


2 small livestock isolated islands following the flooding in the Indian state of Bihar, September 7.


A boy poses in front of his village destroyed by Cyclone Nargis, south of Yangon, Burma, May 12


Searching for survivors in the ruins of a school in the Haitian capital, Port Prícipe, November 7


A person close to the victims arguing with a police officer at the site of a collapsed school in Petionville, Haiti, on November 9.


A huge tornado "touched" Orchard, Iowa, at 9:04 in the evening on June 10


Remains of houses in Prattville, Alabama on February 17, after several storms and tornadoes that hit several parts of the U.S. city


Photo taken on October 13, cars driving away from the flames in Los Angeles.


A firefighter uses a flare to mark a fire in an area near the caón of Tujunga, north of Los Angeles, in the early hours of October 12.


In this June 25 photo, a U.S. Navy Seahawk helicopter hovers around the sunken passenger ferry, the MV Princess of the Stars, while divers continue the rescue operation, in the Philippines. A storm overturned the seven-storey ferry.


An ambulance is covered with mud after a landslide occurred in Villar Pellice, near Turin, Italy, on May 29


Vehicles are trapped at the site of a collapsed subway tunnel in Hangzhou, China, on November 15


The broken spillway of a vanadium mine is seen in Shanyang county, Shaanxi province, China, on July 22


A firefighter climbs across a wire to evacuate residents stranded by floods caused by a mudslide in Chuxiong, China, on November 2


Workers load the carcasses of horses into a truck at an equestrian club in Mexico City on August 26. Heavy rain caused floods, drowning at least 50 trapped horses and killing a night watchman.


The Chaiten volcano eruption in Chile during a storm in the middle of the night on May 3.


Aerial photograph of the column of ash expelled by the volcano Chaiten in Chile, May 31.


A soldier near the Rio Blanco looking at the cloud of ash on June 25 Chaiten in Chile.


A mother cries as Chinese soldiers carry the body of his son buried when a school collapsed as a result of a 7.8 magnitude earthquake in Dujiangyan, Sichuan Province, May 13.


Photographs of the May 17 showing the devastation caused by the earthquake in Beichuan, in Sichuan


Car completely crushed under a huge rock in Beichuan in Sichuan Province, May 16.


An elderly woman mourns the loss of her grandson who died under the foundations of a primary school because of the earthquake in Yingxiu, Sichuan Province, May 16


A man catching a cushion of an apartment destroyed by the earthquake in Yingxiu, Sichuan Province in China on May 27.


Help by parachute was launched in May 24 on the area affected by the earthquake in Sichuan.


Chinese paramilitary soldiers trasporting a giant panda from the conservation center that was located 30 kilometers from the epicenter of magnitude 7.8, on May 23.


Image of Hurricane Ike taken by the crew of the International Space Station 354 kilometers above the Earth on September 10


A house fire on the Galveston island in Texas, as Hurricane Ike approaches


A fish locked on a metal fence in Texas after being absorbed and released into the air by Hurricane Ike on September 15 in West Orange.


A young lion rests near the altar of the First Baptist Church in Crystal City, Texas, the image was captured on September. The animal was part of the zoo and was locked in the church by its owner before the arrival of the hurricane


People seeking refuge after water flooding in eastern Nepal on August 24. More than two million people were affected by flooding.


2 small livestock isolated islands following the flooding in the Indian state of Bihar, September 7.


A boy poses in front of his village destroyed by Cyclone Nargis, south of Yangon, Burma, May 12


Searching for survivors in the ruins of a school in the Haitian capital, Port Prícipe, November 7


A person close to the victims arguing with a police officer at the site of a collapsed school in Petionville, Haiti, on November 9.


A huge tornado "touched" Orchard, Iowa, at 9:04 in the evening on June 10


Remains of houses in Prattville, Alabama on February 17, after several storms and tornadoes that hit several parts of the U.S. city


Photo taken on October 13, cars driving away from the flames in Los Angeles.


A firefighter uses a flare to mark a fire in an area near the caón of Tujunga, north of Los Angeles, in the early hours of October 12.


In this June 25 photo, a U.S. Navy Seahawk helicopter hovers around the sunken passenger ferry, the MV Princess of the Stars, while divers continue the rescue operation, in the Philippines. A storm overturned the seven-storey ferry.


An ambulance is covered with mud after a landslide occurred in Villar Pellice, near Turin, Italy, on May 29


Vehicles are trapped at the site of a collapsed subway tunnel in Hangzhou, China, on November 15


The broken spillway of a vanadium mine is seen in Shanyang county, Shaanxi province, China, on July 22


A firefighter climbs across a wire to evacuate residents stranded by floods caused by a mudslide in Chuxiong, China, on November 2


Workers load the carcasses of horses into a truck at an equestrian club in Mexico City on August 26. Heavy rain caused floods, drowning at least 50 trapped horses and killing a night watchman.